Sumber Hukum dalam Ekonomi

2.2 Sumber-Sumber Hukum
Sumber Hukum , Tempat untuk menggali / menemukan hak nya
A. Beberapa arti Sumber Hukum
1. Sebagai asas hukum
2. Sebagai hukum terdahulu yang memberikan bahan-bahan pada hukum saat ini
3. Sebagai sumber berlakunya hukum (yang memberi kekuatan berlaku secara formal kepada peraturan hukum)
Ex: Penguasa, masyarakat.

B. Sebagai sumber dari mana kita dapat mengenali hukum
Ex: dokumen, undang-undang, lontar, batu tulis, dll.
C.  Sebagai sumber terjadinya hukum / sumber yang menimbulkan hukum

ALGRA , Membagi sumber hukum menjadi 2:
1. Sumber hukum materiil
tempat dari mana materi hukum itu diambil; merupakan faktor yang membantu pembentukan hukum
Ex:hub. sosial, hubungan kekuatan politik, situasi sosial ekonomis, tradisi, dll
2. Sumber hukum formil
Tempat atau sumber dari mana suatu peraturan memperoleh kekuatan mengikat; berkaitan dengan bentuk atau cara yang menyebabkan peraturan hukum itu formal berlaku
Yang diakui umum sebagai sumber hukum formil: UU, perjanjian antar negara, yurisprudensi , kebiasaan .

Van APELDOORN , Membedakan sumber hukum menjadi 4 macam:
1. Sumber hukum dalam arti historis
tempat kita menemukan hukumnya dalam sejarah
a. Sumber hukum yang merupakan tempat dapat diketemukan atau dikenal hukum secara historis.
Ex: dokumen-dokumen kuno, lontar, dsb.
b. Sumber hukum yg merupakan tempat pembentuk UU mengambil bahannya\
2. Sumber hukum dalam arti sosiologis (teleologis)
Faktor-faktor yang menentukan isi hukum positip
Ex: pandangan agama
3. Sumber hukum dalam arti filosofis
a. Sumber isi hukum isi hukum asalnya dari
mana?
• Pandangan teokratis dari Tuhan
• Pandangan hukum kodrat dari akal manusia
• Pandangan mazhab historis dari kesadaran
b. Sumber kekuatan mengikat dari hukum hukum
c. Sumber hukum dalam arti formil
Sumber dilihat dari cara terjadinya hukum positip merupakan fakta yang menimbulkan hukum yang berlaku yang mengikat hakim dan penduduk

Edward Jenk bahwa terdapat 3 jenis sumebr hukum atau yang biasa disebut “Forms Of Law”, antara lain :
• Statutory
• Judiviary
• Literaty

G.W. Keeton sumber hukum terbagi menjadi 3 dasar yaitu :
Binding sources (formal) yang terdiri dari :
– custom
– legislation
– judical precedents
Persuasive sources (materiil) yang terdiri dari :
– principles of morality or equity
– professional opinion
Sumber-sumber Hukum Bisnis pada Aspek Hukum dalam Ekonomi
Setidaknya ada empat sumber hukum bisnis pada aspek hukum dalam ekonomi, yaitu perundang-undangan, kontrak perusahaan, yurisprudensi, dan kebiasaan. Berikut masing-masing penjelasannya.
1.1. Perundang-undangan
Perundang-undangan dalam hal ini meliputi undang-undang peninggalan Hindia Belanda di Indonesia pada masa lampau, namun masih dianggap berlaku dan sah hingga saat ini berdasarkan atas peralihan UUD 1945, misalya ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam KUHD (Kitab Undang-undang Hukum Dagang). Selain itu juga perundang-undangan yang termaktub mengenai perusahaan di Indonesia, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang terus dilaksanakan dan dikembangkan hingga saat ini.
1.2. Kontrak Perusahaan
Kontrak perusahaan atau yang biasa juga disebut dengan perjanjian selalu ditulis dan dianggap sebagai sumber utama hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat dalam suatu kesepakatan. Apabila saat tertentu terjadi perselisihan antara pihak-pihak terkait, dalam hal ini saat kontrak perusahaan masih berlaku, maka penyelesaian dapat dilakukan melalui perdamaian, arbitase, atau pengadilan umum sekali pun jika tidak ditemui penyelesaian yang jelas. Tentunya kontrak perusahaan ini yang akan memberikan pertimbangan tertentu sekaligus secara jelas akan mempengaruhi putusan. Karena secara jelas semua menyangkut kontak dan ketentuannya telah tercantum dalam kontrak tersebut.
1.3. Yurispudensi
Yurisprudensi adalah sumber hukum perusahaan yang dapat diikuti oleh pihak-pihak terkait. Hal ini akan mengisi kekosongan hukum, terutama jika terjadi suatu sengketa terkait pemenuhan hak dan kewajiban. Secara otomatis, yurisprudensi ini akan memberikan jaminan perlindungan atas kepentingan pihak-pihak, terutama bagi mereka yang berusaha di Indonesia.
1.4. Kebiasaan
Kebiasaan merupakan sumber hukum khusus yang tidak tertulis secara formal. Kebiasaan sebagai sumber hukum dapat diikuti pengusaha tatkala peraturan mengenai pemenuhan hak dan kewajiban tidak tercantum dalam undang-undang dan perjanjian. Karena itulah kebiasaan yang telah berlaku dan berkembang di kalangan pengusaha dalam menjalankan perusahaan dengan lazim menjadi panutan untuk mencapai tujuan sesuai kesepakatan. Kebiasaan yang biasanya dapat menjadi acuan bagi perusahaan adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
a) Perbuatan yang bersifat perdata
b) Mengenai hak serta kewajiban yang harus dipenuhi
c) Tidak bertentangan dengan undang-undang atau sumeber hukum lainnya
d) Diterima oleh semua pihak secara sukarela karena telah dianggap sebagai hal yang logis dan patuh
e) Menerima dari berbagai akibat hukum yang dikehendaki oleh semua pihak

Sumber : http://organisasi.org/pengertian_arti_definisi_hukum_ekonomi_disertai_contoh_pelajaran_pendidikan_ilmu_ekonomi_dasar_

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/aspek-hukum-dalam-ekonomi-9/

About oday21

Radial17
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s