PERBANDINGAN BURSA EFEK DUNIA

Euronext dengan Bursa efek New York(NYSE)

Pertanyaan : Dari segi kualitas dan Informasi

Euronext N.V. adalah sebuah bursa saham pan-Eropa dengan anak-anak perusahaan di Belgia, Perancis, Belanda, Portugal, dan Britania Raya. Sebagai tambahan pasar ekuitas dan derivatif, grup Euronext menyediakan jasa dan informasi.kliring. Euronext dibentuk pada 22 September 2000 dalam sebuah penggabungan bursa saham Amsterdam, Brusel, dan Paris, dalam rangka mengambil keuntungan dari harmonisasi pasar finansial Uni Eropa.

Bursa Saham New York (NYSE) adalah salah satu bursa saham terbesar di dunia. Ia terletak di New York City, New York, Amerika Serikat.

Sekitar 2.800 perusahaan mencatatkan sahamnya di NYSE. Harga saham-saham di NYSE mencapai US$15 triliun dalam kapitalisasi pasar global. Hingga Juli 2004, seluruh dari 30 perusahaan di Dow Jones Industrial Average dicatat juga di NYSE, kecuali Intel and Microsoft.

Pertanyaan : Penggunaan Web

Dalam Penggunaan web-nya kedua Bursa saham ini memiliki informasi yang cukup jelas untuk disajikan kepada para trader atau buyer. semua informasi bs dilihat dari masing – masing situs resmi kedua bursa tersebut di http://www.euronext.com/landing/indexMarket-18812-EN.html (Euronext) & http://www.nyse.com/ (NYSE)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Corporate Social Responsibility

 

CSR (Coorporate Social Responsibility) atau tanggung jawab social perusahaan yang dilakukan oleh perusahaan, bisa diwujudkan dalam bermacam-macam bentuk.

Pertanyaan :

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan CSR?

suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungandalam segala aspek operasional perusahaan. CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan“, di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

 

2. Menurut anda haruskah perusahaan melaporkan kegiatan CSR mereka? Mengapa iya dan mengapa tidak?

menurut saya setiap perusahaan harus mempunyai bukti kegiatan CSR. karena itu bukti bahwa peruahaan sangat peduli terhadap lingkungan di sekitarnya dan bisa mensejahterakan berbagai aspek.

 

3. Cari di website perusahaan apa saja yang melaporkan kegiatan CSR mereka ! Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan tersebut!

website perusahaan Jasa Marga merupakan salah satu perusahaan yang melaporkan kegiatan CSR-nya dari Tahun ke Tahun. merelka mempunyai program seperti

  • Program Pendidikan : Kegiatannya antara lain: Pemberian Beasiswa, Penerbitan Buku “Aku Tertib Berlalu Lintas”, Pelatihan Anak Jalanan dan Kunjungan Pelajar/ Mahasiswa.
  • Bina Lingkungan : Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi:
    • Pendidikan dan / atau pelatihan.
    • Peningkatan kesehatan.
    • Pengembangan prasarana dan sarana umum.
    • Penyediaan atau perbaikan sarana ibadah.
    • Bantuan pelestarian alam.
    • Bantuan korban bencana alam.
    • Bantuan melalui BUMN Peduli .
  • Program Kesehatan dan pengobatan gratis untuk masyarakat tidak mampu
  • Program Kemitraan
  • Program Jasa Marga peduli
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Etika dan Etiket

Banyak orang sangat familiar dengan kata “etika”. Di berbagai kesempatan, kata etika seringkali digunakan dalam konteks kesopanan atau norma. Dalam konteks bisnis dan dunia kerja etika menjadi suatu pokok bahasan yang menarik untuk diulas. Bahkan di beberapa perguruan tinggi, etika dijadikan satu bahasan tersendiri yang dibakukan dalam sebuah mata kuliah, sebut saja etika bisnis dan etika profesi. Namun tahukah anda terkadang banyak dari kita yang salah menggunakan kata etika dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali maknanya tercampur dengan kata ”etiket”.

Berbeda dengan kata etika, hanya sedikit orang yang familiar dengan kata etiket. Wajar saja, karena sedikitnya literatur, publikasi dan informasi yang berbicara mengenai kata yang satu ini. Dari segi ejaan, kata ini hampir mirip dengan etika, namun maknanya tidak mirip sama sekali.

Etiket merupakan suatu tata krama atau tata sopan santun yang menyangkut sikap lahiriah manusia. Pelanggaran terhadap sikap ini tidak menjadikan seseorang dicap sebagai manusia yang tidak bermoral. Sedangkan Etika dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menggunakan akal budinya dalam usaha mencapai hidup dengan lebih baik. Disini ada unsur penilaian terhadap suatu norma, nilai atau agama tertentu. Pelanggaran terhadap sikap ini bisa dicap sebagai manusia tidak bermoral. Etiket lebih bersifat lahiriah sedangkan etika batiniah.

Sebagai contoh, seorang direktur di sebuah perusahaan disebut manusia yang mempunyai etiket. Ini karena ia adalah orang yang disiplin, rapih dalam berpakaian, selalu mengerjakan tugasnya dengan baik, berbicara sopan, senyum menghias mukanya dan selalu menjaga hubungan baik dengan klien. Walaupun begitu ternyata ia adalah manusia yang dinilai tidak ber-etika. Dalam menjalankan bisnis ia selalu berbuat curang dengan melakukan penyuapan di berbagai tender, ia juga melakukan tindakan nepotisme di kantornya dan terkadang melakukan pelecehan terhadap karyawannya.

Begitu pula dengan seorang koruptor, mafia kasus, pejabat/birokrat hukum yang menjadi sorotan negatif akhir-akhir ini. Lihatlah mereka, berjas rapih, senyam-senyum di depan wartawan dan beretorika bagus di pengadilan dan konferensi pers. Tentunya sangat gamblang kita menilai bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya etika, namun belum tentu mereka tidak mempunyai etiket.

Jadi, manusia yang mempunyai etiket belum tentu ber-etika, begitu pula sebaliknya. Yang sempurna adalah manakala ia ber-etika dan ber-etiket

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Fraud Auditor

Contoh Kasus Fraud Auditor

Pada penelitian terbaru yang dilakukan oleh the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO), kecurangan (fraud) dalam pelaporan keuangan oleh perusahaan-perusahaan publik di Amerika Serikat memberikan konsekuensi negatif yang signifikan terhadap para investor dan eksekutif.

Penelitian COSO tersebut, dengan menelaah tuduhan kecurangan laporan keuangan yang diselidiki oleh Securities and Exchange Commission (SEC) dalam kurun waktu sepuluh tahun antara tahun 1998 – 2007, menemukan fakta bahwa berita dugaan kecurangan telah mengakibatkan penurunan abnormal harga saham rata-rata 16,7% dalam dua hari setelah diumumkan. Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kecurangan seringkali mengalami kebangkrutan, delisting dari bursa efek, atau harus menjual aset, dan sembilan dari sepuluh kasus-kasus SEC tersebut menyebutkan CEO dan/atau CFO perusahaan yang bersangkutan diduga terlibat dalam kecurangan.

Chairman COSO, David Landsittel, mengatakan bahwa analisis mendalam dalam penelitian tersebut terkait tentang sifat, jangkauan, dan karakteristik dari kecurangan pelaporan keuangan memberikan pemahaman yang sangat membantu tentang isu-isu baru dan berkelanjutan yang perlu segera ditangani. ”Semua pihak yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan harus terus berfokus pada cara-cara untuk mencegah, menghalangi, dan mendeteksi kecurangan pelaporan keuangan,” kata Landsittel. ”COSO berencana untuk mensponsori penelitian lanjutan mengenai kecurangan pelaporan keuangan, serta pengembangan lebih lanjut pedoman pengendalian internal, untuk membantu pihak-pihak yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan.”

Penelitian COSO di atas menelaah hampir 350 kasus dugaan kecurangan pelaporan keuangan yang diselidiki oleh SEC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

· Kecurangan keuangan memengaruhi perusahaan dari semua ukuran, dengan median perusahaan memiliki aktiva dan pendapatan hanya di bawah $100juta.

· Median kecurangan adalah $12,1 juta . Lebih dari 30 kasus dengan masing-masing kasus melibatkan jumlah lebih dari $500 juta.

· SEC menyebutkan CEO dan/atau CFO terindikasi terlibat pada 89% dari kasus kecurangan. Dalam waktu dua tahun penyelesaian penyelidikan SEC, sekitar 20% dari para CEO / CFO berlanjut pada dakwaan serta lebih dari 60% di antaranya divonis bersalah.

· Kecurangan mengenai pendapatan tercatat lebih 60% dari kasus.

· Banyak karakteristik yang biasanya menjadi pengamatan umum dewan direktur dan komite audit, seperti: ukuran, frekuensi rapat, komposisi, serta pengalaman, tidak berbeda secara signifikan antara perusahaan yang terlibat kecurangan dengan yang tidak. Upaya-upaya pengaturan tata kelola perusahaan terbaru tampaknya telah mengurangi variasi dalam karakteristik terkait dewan direktur yang diamati.

· Dua puluh enam persen dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kecurangan mengganti auditor selama periode yang diteliti dibandingkan dengan hanya 12 persen dari perusahaan-perusahaan yang tidak terlibat.

· Berita awal dalam media massa mengenai dugaan adanya kecurangan mengakibatkan penurunan tidak normal harga saham rata-rata sebesar 16,7 persen untuk perusahaan yang terlibat kecurangan, dalam dua hari setelah pengumuman.

· Berita mengenai investigasi SEC atau Departemen Kehakiman mengakibatkan penurunan tidak normal harga saham rata-rata 7,3 persen.

· Perusahaan yang terlibat dalam kecurangan sering mengalami kebangkrutan, delisting dari bursa efek, atau melakukan penjualan aset yang material dengan tingkat yang jauh lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak terlibat kecurangan.

Penelitian COSO dilakukan oleh empat profesor akuntansi: Mark S. Beasley dari North Carolina State University, Joseph V. Carcello dari University of Tennessee, Dana R. Hermanson dari Kennesaw State University, dan Terry L. Neal dari University of Tennessee. Penelitian ini meng-update penelitian COSO sejenis sebelumnya diterbitkan pada tahun 1999, untuk kasus-kasus kecurangan pelaporan keuangan dekade 1987-1997.

Profesor Beasley, yang juga merupakan anggota dewan COSO, mencatat bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk lebih memahami perbedaan dalam proses seputar dewan direksi dan komite audit. ”Kita perlu untuk menentukan apakah ada proses tertentu berkaitan dengan dewan direksi yang dapat memperkuat pengawasan mereka terhadap risiko-risiko yang mempengaruhi laporan keuangan,” katanya. ”Selain itu, mengingat jumlah kecurangan diperiksa dalam penelitian ini terbatas dan terkait dengan jangka waktu setelah penerbitan Sarbanes-Oxley Act of 2002 termasuk implementasi Seksi 404, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum dapat diambil kesimpulan tentang dampak SOX tersebut dalam mengurangi kecurangan pelaporan keuangan.”

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Big Four (Ernst & Young)

Ernst & Young (EY atau E&Y) adalah perusahaan jasa profesional yang merupakan salah satu dari the Big Four auditors, bersama dengan PricewaterhouseCoopers (PwC), Deloitte Touche Tohmatsu (Deloitte), dan KPMG.

Ernst & Young merupakan perusahaan global yang terdiri dari sejumlah perusahaan anggota. EY Global bermarkas di London, EY AS di New York, dan EY Indonesia di Jakarta.

Sejarah 

1. Amerika Serikat dan Britania Raya

Perusahaan (persekutuan/perserikatan) ini merupakan hasil dari serangkaian merger dari perusahaan-perusahaan pendahulunya. Persekutuan tertua didirikan pada tahun 1849 di Inggris dengan nama Harding & Pullein. Pada tahun itu juga, Frederick Whinney bergabung. Dia kemudian menjadi partner pada tahun 1859. Pada tahun 1894, seiring dengan bergabungnya anak-anaknya, persekutuan tersebut berganti nama menjadi Whinney, Smith & Whinney. Pada awal tahun 1924, perusahaan-perusahaan AS tersebut beraliansi dengan perusahaan dari Britania Raya, Young dengan Broad Paterson & Co, dan Ernst dengan Whinney, Smith & Whinney. Pada 1979, Ernst & Whinney terbentuk dan menjadi firma akuntansi keempat terbesar di dunia.

2. Indonesia 

Di Indonesia, EY berafiliasi dengan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (PSS). Klien utama Ernst & Young antara lain Pertamina, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Krakatau Steel & Group, Coca Cola Bottling Indonesia & Indosat

EY memiliki empat lini jasa utama:

  1. Assurance, yaitu audit keuangan (assurance pokok) yang menyumbangkan 54% dari total pendapatan pada 2007.
  2. Tax, meliputi Business Tax Compliance, Human Capital, Indirect Tax, International Tax Services, Tax Accounting & Risk Advisory Services, dan Transaction Tax, dengan kontribusi pendapatan pada 2007 sebesar 22%.
  3. Transactions meliputi due diligence komersial, keuangan, real estat, dan pajak, merger & akuisisi, penilaian & pemodelan bisnis, restrukturisasi korporasi, dan jasa integrasi. Dikenal sebagai Transaction Advisory Services (TAS).
  4. Advisory, meliputi Technology and Security Risk Services (TSRS), Fraud Investigation and Dispute Services (FIDS), dan Business Risk Services (BRS). Sebelumnya lini jasa ini disatukan dengan Assurance dalam Assurance and Advisory Business Services (AABS). Lini jasa ini menyumbangkan 12% pendapatan pada 2007.

Bisnis jasa konsultasi EY berkembang sangat pesat selama tahun 1980-an dan 1990-an. Oleh karenanya U.S. Securities and Exchange Commission (Bapepam Amerika Serikat) dan anggota komunitas investasi sangat mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan antara jasa konsultasi dan audit. Namun demikian, EY adalah yang pertama dari the Big Four auditors yang kemudian secara resmi melakukan pemisahan secara penuh atas kegiatan bisnis sistem integrasi dan praktik auditnya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Fair Value

Nilai wajar disebut juga harga yang adil (dalam penggabungan biasa dari dua konsep yang berbeda), adalah konsep yang digunakan dalam akuntansi dan ekonomi , yang didefinisikan sebagai rasional dan tidak bias memperkirakan potensi harga pasar dari layanan, baik, atau aset, dengan mempertimbangkan faktor-faktor obyektif seperti:

  • akuisisi / produksi / distribusi biaya, biaya penggantian, atau biaya pengganti yang dekat
  • aktual utilitas pada tingkat tertentu pengembangan kemampuan produktif sosial
  • vs pasokan permintaan

dan subjektif faktor-faktor seperti:

  • karakteristik risiko
  • biaya dan kembali modal
  • individual dirasakan utilitas

Dalam akuntansi , nilai wajar digunakan sebagai kepastian nilai pasar dari suatu aset (atau kewajiban) yang harga pasar tidak dapat ditentukan (biasanya karena tidak ada pasar yang didirikan untuk aset).   Berdasarkan US GAAP (FAS 157), nilai wajar adalah jumlah di mana aset tersebut bisa dibeli atau dijual dalam transaksi saat ini antara pihak yang bersedia, atau ditransfer ke pihak yang setara, selain dalam penjualan likuidasi. Ini digunakan untuk aset yang nilai tercatat didasarkan pada mark-to-pasar penilaian; untuk aset yang dicatat pada biaya historis , nilai wajar aset tidak digunakan.

A. nilai vs harga pasar Adil

Ada dua sekolah pemikiran tentang hubungan antara harga pasar dan nilai wajar dalam setiap jenis pasar, tetapi terutama berkaitan dengan aset diperdagangkan:

  • Para hipotesis pasar yang efisien menegaskan bahwa, di pasar, terorganisir cukup transparan, harga pasar umumnya sama dengan atau mendekati nilai wajar, karena investor bereaksi cepat untuk memasukkan informasi baru tentang kelangkaan relatif, utilitas, atau kembali potensi tawaran mereka , lihat juga harga Rasional .
  • Keuangan perilaku menegaskan bahwa harga pasar sering menyimpang dari nilai wajar karena berbagai, bias kognitif umum di antara pembeli atau penjual. Namun, bahkan pendukung keuangan perilaku umumnya mengakui bahwa anomali perilaku yang dapat menyebabkan perbedaan tersebut sering melakukannya dengan cara yang tak terduga, kacau, atau sulit untuk menangkap dalam strategi trading yang menguntungkan secara berkelanjutan, terutama ketika akuntansi untuk biaya transaksi.

Nilai wajar didefinisikan dalam IFRS sebagai, “the amount for which an asset could be exchanged between knowledgeable, willing parties in an arm’s length transaction.” Nilai wajar ini digunakan untuk mengukur:

Satu aset
Sekelompok aset
Satu liabilitas
Sekelompok liabilitas
Konsiderasi bersih dari satu atau lebih aset dikurangi satu atau lebih liabilitas terkait
Satu segmen atau divisi dari sebuah entitas
Satu lokasi atau wilayah dari suatu entitas
Satu keseluruhan entitas

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kelebihan dan Kekurangan mata kuliah Bahasa Inggris Bisnis

Kelebihan :

  • Menambah pengetahuan mahasiswa dalam dunia bisnis
  • Grammar dan vocabulary Bahasa Inggris pun bisa lebih sedikit kita ketahui dan banyak wawasan yang kita peroleh dari mempelajari bahasa Inggris.
  • sebagai pegangan kelebihan saat kita memasuki dunia pekerjaan, krn bahasa inggris sudah menjadi bahasa universal
  • membuka peluang usaha dalam bisnis

Kelemahan :

  • Bahasa Inggris bisnis hanya bisa digunakan dalam bidangnya. dan tidak bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari – hari
  • mungkin ada beberapa orang yang msh kurang paham bila kita berbicara memakai bahasa inggris bisnis
  • Kurang tepat bila diterapkan secara online
  • bahasa Indonesia kurang menjadi perhatian lagi
Posted in Uncategorized | Leave a comment